Berita Seputar Universitas

image

CAMILAN GRATIS DI FESTIVAL KACANG UNTING

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI Admin website 02/08/2017

Masyarakat selama ini mengenal Desa Olehsari dengan budaya Seblang-nya. Namun, desa yang terletak di Kecamatan Glagah ini ternyata juga sebagai salah satu penghasil kacang tanah terbaik di Banyuwangi.

Minggu (30/7) malam lalu, warga desa ini menggelar Festival Kacang Unting untuk merayakan panen raya kacang tanah. Acara yang digagas warga Desa Olehsari bersama mahasiswa KKN Untag Banyuwangi itu digelar mulai pukul 19.00 dan mampu menyedot perhatian pengunjung.
Yang menarik, Rektor Untag Andang Subhariyanto, datang langsung mencoba nyunting kacang bersama camat Glagah, Astorik.

Ratusan warga Olehsari dan sekitarnya terlihat antusias mengenalkan macam-macam cara pengolahan kacang tanah. Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti kemeriahan acara. "Festival Kacang Unting ini baru kali ini diadakan. Jika memang memenuhi persyaratan untuk masuk dalam acara Banyuwangi Festival, maka festival ini akan menjadi acara tahunan Banyuwangi," ujar Taher, perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi.

Camat Glagah, Astorik mengatakan, Festival Kacang Unting ini merupakan simbolisasi kemajuan sebuah wilayah. Kacang unting yang diikat menjadi satu ikatan, diibaratkan menjadi simbol dari masyarakat yang ada, harus bersatu untuk membangun wilayah. Sedangkan simbol dari tempat dagangan yang disebut cingkek  adalah sebuah keseimbangan yang harus menjaga kesamaan tujuan masyarakat. "Festival yang juga di jadikan nguri-nguri sebuah adat Desa Olehsari. Karena mulai zaman penjajahan Belanda, Desa Olehsari selalu menjadi tempat produksi kacang tanah," kata Astorik.

Festival Kacang Unting diisi puluhan warga yang menjajakan kacangnya di sepanjang jalan desa. Warga yang datang mendapatkan kupon gratis untuk ditukarkan seikat kacang tanah dan minuman.

Sementara itu, Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subhariyanto mengatakan, Festival Kacang Unting ini adalah ide mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untag kelompok tiga yang ditempatkan di Desa Olehsari. Mereka mencoba mendirikan hal yang baru bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan produk kacang tanah. "Saya selaku Rektor Untag hanya mendukung kelangsungan acara tersebut. Kita juga kucurkan sebagian sama untuk masyarakat mengadakan acara teesebut," ujar Andang.

Ketua Kelompok 3 KKN Untag, Sunandiantoro mengatakan, para pedagang kacang yang berjualan menggunakan cingkek membuat para mahasiswa heran. Sehingga, menimbulkan rasa ingin membangun Festival Kacang Unting untuk wadah para pedagang kacang.

"Kami sudah mensurvei semua warga Desa Olehsari. Ternyata hampir semua warga berprofesi penjual kacang rebus yang berkeliling menggunakan cingkek," ujar Sunan, panggilan akrab Sunandiantoro.

Sunan menambahkan, warga Desa Olehsari memang antusias menggelar festival ini. Padahal, acara tersebut murni swadaya dari masyarakat. "Kebetulan saya banyak teman di wilayah sini. Sehingga bisa mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut," kata Sunan. (radar)

Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !