Berita Seputar Universitas

image

MENULARKAN SEMANGAT NASIONALISME KEPADA PESERTA OPSPEK

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI Admin website 30/08/2017

“Apa arti merdeka buat anda?” pertanyaan pertama yang disampaikan Sejarawan Indonesia untuk peserta OPSPEK UNTAG Banyuwangi, setelah moderator mempersilahkan Bang Peter untuk memulai seminar.
Mahasiswa yang ditunjuk mencoba menjawab dengan kata yang beragam.

Doktor Peter Kasenda dari Jakarta secara khusus diundang hadirkan oleh Rektor, untuk memberikan penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme bagi peserta OPSPEK yang mayoritas lulusan SMA/SMK.
Ahli Sejarah tersebut tiba di Banyuwangi pukul 15.00 dan langsung menuju Auditorium UNTAG Banyuwangi untuk menyapa Calon Mahasiswa Baru dalam seminar bertema “Menatap Generasi Masa Depan Indonesia yang Unggul dan Berwawasan Kebangsaan”

Sejarawan yang sering menulis tentang Soekarno dan Suharto ini sangat bersemangat memberikan wawasan, dan sesekali melempar pertanyaan pada peserta OPSPEK.
Peter menegaskan, persoalan nasionalisme menjadi tantangan bagi generasi muda yang disebut generasi milenia. Menurutnya mempopulerkan nasionalisme tidak bisa hanya sekedar ngomong, tetapi harus dengan cara tertentu yang bisa disampaikan dengan lebih enak dan tidak menjadi topik yang berat. Peter ingin memperlihatkan pikiran founding fathers. “ada sumbangan-sumbangan tertentu dari founding fathers terhadap perkembangan nasionalisme yang berkembang saat ini” cetusnya
Saat ini nasionalisme di Indonesia sedang mengalami masalah, sehingga harus ditularkan terus menerus melalui peringatan 17 Agustus dan Upacara. Selain itu melalui pemutaran film yang memberi inspirasi bagi anak muda untuk menanamkan rasa nasionalisme.
Menurut Peter selama menadalami dan mengajarkan nasionalisme, saat ini dibutuhkan gaya baru untuk mempopulerkan nasionalisme di kalangan anak muda, tidak dengan pola lama yang membosankan. Sehingga mereka dapat menerima dengan kesadaran, bukan karena keterpaksaan.
Pembekalan bisa diterapkan di kampus melalui solidaritas, dan nilai-nilai kejujuran yang harus ditanamkan. Ditambahkan ada kurikulum yang mengharuskan orang mendapatkan ilmu bukan hanya di dalam kampus. Tetapi juga dari luar. “Bagaimana mengundang orang luar ke kampus untuk mencerahkan” jelasnya
Pesan Peter kepada calon mahasiswa baru UNTAG Banyuwangi, integritas mahasiswa perlu dijaga karena menyangkut kejujuran.

Sementara itu, Rektor UNTAG Banyuwangi, Drs. Andang Subaharianto,M.Hum menegaskan pihaknya sengaja mengundang Peter Kasenda untuk memberikan pencerahan kepada calon mahasiswa baru. Pihaknya ingin OPSPEK menjadi titik tolak untuk mengkonstruksi generasi muda melalui kampus, khususnya UNTAG. Rektor ingin mengajak anak-anak muda memasuki wilayah yang mungkin selama ini maya dan abstrak. Terutama mengenai wawasan kebangsaan dan nasionalisme.
Kehadiran Peter Kasenda yang dikenal sebagai seorang sejarahwan yang menekuni metode-metode pembelajaran sejarah, teori-teori kesejarahan dan penulis buku tentang Bung Karno diharapkan memberi gagasan yang terkait dengan pikiran Bung Karno.
Rektor sudah sepakat dengan Peter untuk menjadikannya dosen luar biasa FKIP Jurusan Sejarah. Bahkan bisa mengajar jurusan lain untuk mata kuliah Pancasila. “Pak Peter sudah bersedia” ujarnya.
Tidak hanya berjumpa dengan sejarawan, peserta OPSPEK juga mendapatkan sebuah buku tentang Bung Karno, Islam dan Pancasila yang ditulis oleh Ketua Fraksi PDIP di MPR RI Achmad Basarah.
Buku tersebut harus ditulis kembali dalam sebuah resume, dan dikumpulkan pada saat OPSPEK berlangsung. Hal ini dilakukan agar mahasiswa terbiasa menulis.





Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !